Beranjak beberapa ratus meter dari Pelabuhan Sunda Kelapa, terdapat Menara Syah Bandar (De uitkijkpost) memiliki fungsi sebagai pos pengawas bagian bawah. Menara tersebut berstruktur beton dan kayu bercat bewarna salem dan merah maroon. Tepat di depannya, diseberang kanal terdapat bangunan tua yang kental dengan nuansa atribut VOC yakni Galangan Kapal VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie), diperkirakan berdiri tahun 1628 yang saat itu berfungsi sebagai kantor dan tempat dagang VOC. Sesuai dengan namanya, menurut sejarah pada awalnya Galangan kapal VOC memiliki fungsi utama sebagai tempat untuk memperbaiki kapal-kapal besar dan untuk membuat kapal-kapal kecil. Saat ini fungsinya beralih menjadi restoran yang terbilang mewah.



Lampu-lampu jalanan tampak mulai menyala menemani cahaya rembulan yang bersinar muram. Menjadi pertanda petualangan Kota Tua di malam hari akan segera dimulai. Melintasi sudut-sudut kota terasa sedikit mencekam dan memancing adrenalin. Nuansa 'jalanan' dengan berbagai aktivitas malam cukup terasa jika kita melintasi sisi-sisi jalan Kota Tua. terasa acuh dan begitu dingin...

Mengunjungi Kota Tua di malam hari semakin terasa indah jika kita menyempatkan untuk bertandang ke Jembatan kota Intan, inilah salah satu spot terbaik bagi pecinta fotografi, karena nuansa kolonial terasa amat kental dengan pencahayaan yang sangat dramatis terlebih dihiasi dengan latar hotel Batavia yang berasitektur Eropa dan kaya akan nilai sejarah. Jembatan ini memiliki riwayat toponimi yang cukup panjang dimulai dari penamaan Jembatan Inggris, Jembatan Pasar Ayam, Jembatan Ratu Juliana (Ophaalsburg Juliana), hingga terakhir diberi nama Jembatan Kota Intan karena dahulu disini terdapat Kastil Batavia yang bernama 'Diamond'. Uniknya jembatan ini, dahulu memiliki struktur mekanis sebagai Jembatan Angkat, sehingga kapal-kapal dapat melintas di bawahnya, sayang sekali saat ini tidak dapat berfungsi lagi karena termakan umur dan cuaca ditambah dengan perbuatan vandalisme manusia.
0 komentar:
Posting Komentar